Adab, Hukum Dan Hikmah Ramadhan
“Berpuasa itu adalah Perisai (tameng) dari api Neraka, ibarat Perisai salah satu kalian dari peperangan” (Alhadist).
Ma’na Hadist: Kata “JUNNAH (perisai)” Menahan berbuat Ma’shiat, dan perisai itulah yang akan menjadi penghalang seorang Hamba yang Taqwa, dari sentuhan Api Neraka.
Begitu besar keutamaan Bulan suci Romadhon, datangnya bulan suci ini disambut gembira oleh para Mala’ikat dan Umat Nabi Muhammad SWT, hanya Orang2 Munafiq yang tidak merasa gembira. Betapa tidak, Bulan suci Romadhon adalah bulan Rahmat, Maghfiroh (ampunan) dan bulan pembebasan dari Api Neraka bagi yang mengharap Rahmat Alloh SWT, dengan Imanan Wa Ihtisaban (Iman & mengharapkan pahala Alloh Ta’ala semata).
Telah diriwayatkan : “....Bulan Romadhon awalnya merupakan Rahmat, pertengahanya adalah Maghfiroh (ampunan) dan diakhir bulan Romadhon adalah Pembebasan dari Api Neraka.....”.
Termasuk keutamaan bulan puasa bagi seorang hamba yang senatiasa beribadah dengan keimanan dan mengharap Ridho’ Allah SWT semata, dia akan menjadi hamba yang beruntung dan mendapat derajat yang sangat tinggi dimata Allah SWT.
Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Adaylami (Musnad Alfirdaus), Rosulullah SAW, bersabda :
“Diamnya seorang yang sedang berpuasa merupakan Tasbih, Tidurnya adalah Ibadah, Do’anya mustajab dan amalan baiknya dilipat gandakan”.
Pahala khushus Dari Alloh SWT, bagi yang menjaga Ibadah Puasa
“Dari Abu Huraurah Ra, Berkata : Bahwasanya Rosulullah SAW, Bersabda : Alloh SWT, berfirman, “Semua amal anak adam untuk dirinya kecuali Ibadah puasa, maka sesungguhnya dia (ibadah puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan memberi pahala karnanya” (Muttafaqun Alaih).
Hadist tersebut mempunyai nilai khusus (istimewa) untuk siapa saja dari ummat Nabi Muhammad SAW, yang melakukan Ibadah puasa. dalam kalimat “Wa Ana Ajzii Bih..” (Aku yang akan memberi pahala karnanya) merupakan pemberian pahala yang sangat Istimewa, tidak ada yang tahu nilainya kecuali Alloh Ta’ala, dan itu merupakan rahasia Alloh Ta’ala. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni dan Imam Baihaqy, Rosulullah SAW, Bersabda :
“Ibadah Puasa untuk Alloh Azza wa Jalla, tidak ada yang mengetahui pahala yang melakukanya kecuali Alloh Azza Wa Jalla”
Tentunya,untuk mencapai pahala khusus dalam Ibadah puasa harus memenuhi beberapa syarat/ adab guna menyempurnakan Ibadah seorang hamba, sebagai berikut :
A-Niat berpuasa karna Alloh Ta’ala, dengan disertai Hati yang Hadir.
B-Menjaga perkara2 yang membatalkan Ibadah puasa (mufthirot) seperti,Masuknya Sesuatu ke Dalam perut dengan disengaja,berhubungan antara suami istri disaat menjalankan puasa.
C-Menjaga perkara2 yang membatalkan pahala Puasa (muhbithot) seperti Ghibah (menggunjing) Namimah (adu domba), Berbohong, Melihat wanita yang bukan mahromnya dengan Sengaja disertai syahwat, Bersenang senang bersama istri dengan Syahwat, Sumpah palsu, Menjadi saksi palsu, Takabbur(sombong/angkuh), menjauhi makanan & minuman dari yang Haram, menjauhi dari penghasilan Haram, memutuskan hubungan silaturrahmi (permusuhan), berkata kotor dan keji.
D-Bagi kaum Hawa hendaknya tidak sering keluar Rumah dan apabila keluar dari rumah maka wajib Menutup Aurat sesuai cara Syari’at.
Melawan Hawa Nafsu Mencari Lailatul Qodar
Sesungguhnya Lailatul Qodar diturunkan pada malam yang penuh barokah, rahmat dan ampunan, tidaklah seorang hamba yang ta’at senantiasa di malam itu memohon pada Alloh SWT, kecuali akan dikabulkan. Betapa ruginya seorang hamba bila melewatkan malam tersebut.
Maksud Firman Alloh SWT, :
“1.Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya ( Alqur’an ) pada Lailatul Qodar. 2. dan taukah engkau apakah Lailatul Qodar itu? 3. Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Malaikat dan Ruh (Jibril) turun padanya dengan izin Tuhan-nya membawa segala perintah. 5.Sejahteralah malam itu sampai terbit Fajar.“
Ayat tersebut merupakan Nash dari Alqur’an yang menjelaskan, bahwa Lailatul Qodar adalah kejadian luar biasa yang turun disetiap bulan suci Romadhon. Segala amal baik yang dilakukan pada malam itu dilipat gandakan pahalanya sehingga seakan-akan seorang hamba beramal selama 1000 bulan. Rosululloh SAW, tidak memberi tahu kepastian terjadinya malam Lailatul Qodar, agar ummat Islam senatiasa menghidupkan Sunnah dan semangat beribadah selama bulan Romadhon.
Akan tetapi ada beberapa riwayat Hadist shohih yang menjelaskan tanda2 turun-nya malam Lailatul Qodar akan terjadi pada hitungan tanggal malam ganjil diantara 10 malam2 yang terakhir. Ummat Nabi Muhammad SAW, diberi kesempatan untuk meraihnya (Lailatul Qodar), dimana pada malam itu para Mala’ikat diturunkan ke langit bumi guna meng-amini dan mencari siapa saja dari Ummat Muhammad SAW, yang memohon Rahmat, Ampunan dan Derajat yang sangat tinggi (1000 bulan) dari Alloh SWT, hingga menjelang fajar. Hanya Orang Ta’at dan bijak yang akan selalu mencari keutamaan Lailatul Qodar dan meraihnya.
Dari Ubadah Ashomid ra,berkata : “Rosulullah SAW,telah memberi kami kabar tentang Lailatul Qodar, Beliau bersabda : “Lailatul Qodar adalah 10 akhir di bulan Romadhon, yaitu pada malam 21, atau malam 23, atau malam 25, atau malam 27, atau malam 29, atau diakhir malam Romadhon. Barang siapa menghidupkan-nya (Sholat) dengan mengharap pahala dari Alloh SWT, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”
Dalam riwayat yang lain, Rosululloh SAW, bersabda :
“Barang siapa menghidupkan (Sholat) malam Lailatul Qodar dengan Ibadah karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh SWT, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun Alaih).
Tanda2 terjadinya Lailatul Qodar versi Imam Qolyubi.
Dengan melihat awal hari dari bulan Romadhon.
- Jika awal Romadhon hari Ahad/ hari Rabu, maka kemungkinan Lailatul Qodar pada malam 29.
- Jika awal Romadhon hari Jum’at / Selasa, maka kemungkinan Lailatul Qodar pada malam 27.
- Jika awal Romadhon hari Kamis, maka kemungkinan malam Lailatul Qodar pada malam 25.
- Jika awal Romadhon hari Sabtu,maka kemungkinan malam Lailatul Qodar pada malam 23.
- jika awal Romadhon hari senin, maka kemungkinan malam Lailatul Qodar pada malam 21.
Adapun tanda tanda malam Lailatul Qodar adalah udara pada malam itu tidak panas dan tidak dingin (sedang), ke-esokan harinya matahari tidak terlalu panas.
Alhasil, kunci utama untuk mendapatkan “Lailatul Qodar” adalah melawan Hawa Nafsu (Syaithon) dengan menghindari segala macam bentuk kema’siatan serta meperbanyak Ibadah terutama sholat malam (Qiyamul Lail) selama bulan suci Romadhon atau kita menjadi hamba yang kalah melawan Hawa Nafsu.
Termasuk kewajiban kita untuk menjaga dan meperingatkan keluarga kita dari hal hal yang merusak moralitas Islam dan bangsa seperti menonton tayangan2 televisi yang tidak mendidik dan merusak moral/ mental ummat Islam
Seputar hukum puasa romadhon
Wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah mempelajari hukum hukum Ibadah Puasa, khususnya di bulan Romandon, guna menyempurnakan Ibadahnya. Banyak sekali diantara kita yang tidak memahami hukum hukum Islam khususnya dalam masalah Ibadah, akhirnya, mereka beribadah tanpa ilmu (hukum2 ibadah) akibatnya ibadah mereka tertolak (tidak diterima). Semua ini disebabkan kesalahan para orang tua yang kurang memperhatikan putra putrinya dalam pendidikan agama. Kelak di akherat kita akan ditanya oleh Alloh Ta’ala, soal tanggung jawab dalam mendidik putra putri kita. Jika kita salah mendidik, bukan tidak mungkin anak anak kita akan menuntut di Akherat kepada orang tua mereka dihadapan Alloh Ta’ala, yang berakibat kita terjerumus kedalam jurang Api Neraka. Na’uudzu billahi min dzalik.
Syarat syarat wajibnya puasa Romadhon :
- Islam (tidak wajib bagi orang kafir).
- Mukallaf (aqil&baligh) wajib bagi orang tua mendidik puasa sebelum putra putrinya masuk umur baligh.
- Mampu berpuasa (tidak wajib bagi orang tua yang tidak mampu & orang sakit yang tidak ada harapan sembuh Maka wajib bagi keduanya membayar fidyah, satu mud/ 6,25 ons dari beras. Bagi kaum wanita yang haid/ nifas, hukumnya haram berpuasa dan wajib meng-qodo’).
- Sehat (tidak wajib bagi orang sakit berpuasa dan wajib meng-qodo’ ketika sembuh).
- Muqim(tidak wajib bagi musafir melebihi jarak 84km sebelum waktu fajar & wajib meng- qodo’).
Rukun rukun Puasa ada dua :
1-Niat (wajib di hati, adapun dengan ucapan adalah sunnah/ anjuran). Niat puasa merupakan hal yang sangat penting, puasa wajib tanpa niat tidak Sah, disengaja maupun tidak, kecuali puasa sunnah, apabila lupa, boleh niat hingga menjelang waktu dhuhur, asal setelah waktu fajar/subuh tidak ada makanan/minuman yang masuk kedalam perut atau junub/hadast besar. Masuknya waktu Niat, setelah Maghrib hingga menjelang waktu fajar/subuh dan di sunnahkan “IMSAK” (menahan makan, kira2 10 menit sebelum masuk waktu fajar/subuh.
Banyak terjadi diantara kita ummat islam, apa bila mendengar azan subuh, mereka masih makan/minum, dan jika hal ini dilakaukan,maka puasanya batal, oleh sebab itu di sunnahkan IMSAK guna menghindari hal tersebut.
2-Meninggalkan segala macam yang membatalkan puasa, kecuali lupa atau jahil ma’dzur (orang yang tidak mengerti hukum puasa disebabkan kehidupan-nya jauh dari ulama’).
Hukum berjima’/bersetubuh dengan sengaja, disaat berpuasa Romadhon :
Bagi yang melakukan persetubuhan disaat berpuasa Romadhon, berdosa besar, wajib meng-qodo’ dan baginya kaffaroh udhma (membayar salah satu dari tiga sanksi dan harus berurutan), yaitu :
- Memerdekakan budak perempuan muslimah yang sehat, bila tidak memiliki budak maka baginya dikenakan sanksi yang ke-dua.
- Berpuasa dua bulan ber-turut2,bila tidak mampu maka baginya dikenakan sanksi yang ke-tiga.
- Memberi beras kepada 60 faqir miskin, perorangnya berhak menerima 6,25 ons beras. Dan diwajibkan kaffaroh tersebut pada suami saja tidak atas istri dan untuk keduanya wajib meng-qodo’ puasa. Jika hal itu dilakukan atas kemauan istri, maka kedua dua-nya sama2 berdosa dan apabila si istri dipaksa atau sudah memperingatkan suaminya, maka si istri tidak berdosa.
Hukum bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui di bulan Romadhon:
- Wanita yang sedang hamil atau menyusui, apa bila keduanya khawatir atas janin-nya/ bayinya saja, maka Ibunya boleh meninggalkan puasa Romadhon dan wajib membayar fidyah & meng-qodo’ puasanya.
- Wanita yang sedang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir akan kesehatan dirinya serta anaknya, maka boleh meninggalkan puasa Romadhon dan cukup meng-qodo’ puasanya saja tanpa fidyah.
Hukum hukum tersebut, sesuai dengan fatwa Syafi’i, mengingat mayoritas di Indodesia adalah bermadzhab syafi’i. apabila ada pendapat2 yang lain, tentunya di luar garis standard Syafi’i.
Semoga kajian di bulan Romadhon ini, bermanfaat untuk kita semua.. Amin amin Ya Robbal Alamin.
Salim Syarief MD.
Khilafah Akan Kembali!...
“The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia.“ (Goerge W. Bush)Keruntuhan Uni Sovyet yang dikenal sebagai peristiwa bersejarah dan menunjukkan superioritas Kapitalisme terhadap Komunisme, adalah titik lahirnya babak baru dunia. Meskipun Komunisme sempat menarik simpati selama 70 tahun, ia runtuh dan kehilangan kepercayaan dari pengikutnya ketika kalah berlomba dalam persenjataan melawan Amerika Serikat (AS). Pemikir Barat seperti Francis Fukuyama menyatakan bahwa runtuhnya komunisme adalah akhir dan puncak dari perjalanan pemikiran manusia, yaitu Kapitalisme, yang terbukti mampu mengalahkan Komunisme sebagai satu-satunya penantang.
Tidak lama setelah peristiwa 9/11, Amerika Serikat memicu perang global terhadap terror. Ia pun segera menginvasi Afganistan dan Iraq. Namun dalam kurun waktu 5 tahun pendudukan AS terhadap dua negara tersebut, AS ternyata tidak mampu mengontrol stabilitas keamanan di sana. Padahal, sebelum jatuhnya komunisme, dunia Islam tidak dianggap sebagai tantangan yang berarti terhadap Kapitalisme. Akan tetapi, serangan terhadap Islam secara fisik maupun ideologis mulai meningkat tajam. Ironisnya, serangan dunia kapitalis (dimana rakyatnya sendiri sebetulnya juga mulai meragukan ideologi ini) justru mempercepat suatu proses perubahan yang akan mencapai titik puncak.
Dunia Muslim: Masa Lalu dan Kini
Semasa tergulingnya kekhilafahan yang berpusat di Turki pada tahun 1924, dunia muslim dijajah selama puluhan tahun. Inggris berhasil menyiasati bangsa Arab untuk memberontak terhadap Turki dengan bantuan keluarga Saud. Pemikiran intelektual yang menyerang Khilafah dan Islam, serta ketidakmampuan ulama Khilafah di Turki untuk menyikapi revolusi industri dan perkembangan jaman modern, membuat banyak kalangan muslim meragukan apakah Islam masih bisa diterapkan. Pandangan ini membidani lahirnya gerakan politik (seperti Turki Muda) yang pada akhirnya berhasil menghapus Islam itu sendiri. Sementara itu Afrika Utara masih diduduki penjajah selama ratusan tahun sejak jaman Napoleon. Gerakan Restorasi Khilafah yang penuh dengan pengorbanan pun sempat terjadi di India, tapi gagal menjadi pergerakan global.
Situasi saat itu dibentangkan oleh David Fromkin, Profesor dan ahli sejarah ekonomi University of Chicago dengan kata-katanya, “Massive amounts of the wealth of the old Ottoman Empire were now claimed by the victors. But one must remember that the Islamic empire had tried for centuries to conquer Christian Europe and the power brokers deciding the fate of those defeated people were naturally determined that these countries should never be able to organize and threaten Western interests again. With centuries of mercantilist experience, Britain and France created small, unstable states whose rulers needed their support to stay in power. The development and trade of these states were controlled and they were meant never again to be a threat to the West. These external powers then made contracts with their puppets to buy Arab resources cheaply, making the feudal elite enormously wealthy while leaving most citizens in poverty”[1]
“Kekayaan luarbiasa dari bekas Imperium Ottoman telah terampas oleh pemenang perang. Tapi jangan lupa, bahwa Imperium Islam berusaha selama berabad-abad untuk menundukkan Eropa (yang Kristen). Itu sebabnya para pemegang kekuasaan yang baru sudah selayaknya memastikan bahwa rakyat bekas Imperium Islam yang kini terkotak dalam berbagai negeri tidak boleh lagi bisa terorganisir kembali dan membuat ancaman terhadap kepentingan dan keamanan Eropa lagi. Sebagai aktor merkantilis, Inggris dan Perancis mengulang sejarah dengan membuat negeri-negeri boneka yang pemimpin-pemimpinnya selalu tergantung kepadanya untuk bisa mempertahankan kekuasaan. Kemajuan dan perdagangan negeri-negeri tersebut akan selalu dikontrol sehingga tidak akan pernah bisa bangkit dan menjelma menjadi ancaman yang berarti. Kekuatan asing membuat kontrak yang murah dengan penguasa boneka di tanah Arab, yang mengakibatkan timbulnya golongan feudal yang kaya raya dan golongan rakyat biasa yang terpuruk dalam kemiskinan.[1]”
Ketika dianalisa, negeri-negeri baru yang lahir dari serpihan Khilafah Uthmani adalah konstruksi artifisial yang tidak memiliki sistem yang konsisten dan terpadu (koheren). Kita cermati bahwa masyarakat muslim menjadi terpecah dalam menentukan nilai apa yang selayaknya menjadi dasar pembentukan masyarakatnya. Sebagian dari mereka tetap mengambil konsep Islam, sedang yang lain mengambil konsep Kapitalisme dan juga Nasionalisme. Malahan, masalah seperti kemiskinan, pengangguran, pembangunan, dan sengketa sosial laki-laki dan perempuan diselesaikan dengan kebudayaan setempat dan juga keputusan dari suku masing-masing. Itu sebabnya negeri-negeri boneka yang didirikan oleh bekas penjajahnya tidak akan mungkin maju, karena sumber pandangan hidupnya bermacam-macam dan tidak didasari oleh consensus yang disepakati bersama. Akhirnya, sumber daya alam dan manusianya pun tidak diatur dengan dasar dan langkah yang benar. Padahal tanpa dasar atau rujukan utama, negara tidak akan bergerak maju secara mantap ke depan.
Terlepas dari serangan dan tekanan kaum penjajah, umat muslim ternyata tidak begitu saja menerima kapitalisme sebagai dasar Negeri-negeri mereka. Hal ini terutama ketika ada aspek-aspek kapitalisme yang bertentangan secara gamblang terhadap aqidah Islam. Meskipun segala daya upaya Barat telah kerahkan untuk menyebarluaskan budaya asingnya di tanah muslim, seperti ide-ide kebebasan, umat islam tidak begitu saja menanggalkan sistem sosial yang berdasarkan Islam dan masih mempertahankan sentimen keislaman. Malahan secara keyakinan, umat islam masih mempertahankannya dan tidak mengadopsi akidah dialektika materialistis maupun akidah sekularisme. Maka bisa dinyatakan bahwa umumnya umat islam tidak meninggalkan pandangan hidupnya, meski pemahaman umat terhadap Islam itu sendiri juga masih bermasalah.
Di sisi lain, meskipun umat ini lemah dalam kemampuannya menggali konsep-konsep dan prinsip-prinsip Islam yang murni, umat islam umumnya rindu untuk hidup dibawah naungan Islam kembali. Ambil contoh, Turki, sebagai satu-satunya Negara yang menghapus Islam sama sekali dari konstitusinya. Mustafa Kemal Ataturk berusaha untuk menghancurkan Islam di Turki dan dia pikir rakyat Turki benci terhadap tradisi keislaman. Kenyataannya, hanya dalam kurun beberapa dekade saja, tekanan terhadap rezim Turki mulai menguat dan di tahun 1950, rezim tersebut mulai menggunakan sentimen keislaman untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Di tahun 1970, Turki memiliki politisi yang duduk di kabinet, Necmettin Erbakan, seorang individu yang sudah terkenal dengan latar belakang keislaman.
Selama 12 tahun terakhir, rakyat Turki memilih pemerintah yang ‘Pro Islam’ bukan cuma sekali, tapi justru dua kali. Ini membuktikan bahwa sentimen keIslaman masih membara di Turki. Tidak kurang Menteri Negara Amerika Madeleine Albright di tahun 1997 menyesalkan ‘kemunduran Turki dari sekularisme.’ Itu sebabnya dinas militer Turki selalu membersihkan jajarannya dari setiap individu yang memiliki pengaruh atau terpengaruh dengan semangat keIslaman. Jadi, rakyat Turki tidak pernah mengadopsi Kapitalisme, yang telah lama sekali mendominasi sistem politik Turki, dan justru sekarang bergerak menuju untuk kembali ke Islam – suatu fakta yang berbeda sejak 1924. Turki hanya baru satu dari banyak contoh lainnya. Pengaruh Islam di Aljazair sedemikian dahsyatnya hingga timbulnya kemenangan FIS. Demikian pula,karena cintanya dengan Islam, rakyat Afganistan mendirikan sistem Emirat, meski bukan Khilafah, yang didasarkan pada Islam.
Apa yang kita saksikan sekarang adalah reaksi muslim sebagai satu tubuh dalam menyikapi serangan yang menimpa saudara-saudaranya. Meskipun muslim di Palestina sendiri sedang terjajah, mereka tetap menyuarakan solidaritas mereka dengan kaum muslim lainnya di Afganistan dan Iraq. Muslim merasa muak dengan konsep ‘kebebasan berpendapat’, yang sering dikutip sebagai tameng dalam melawan Islam, sebagaimana terlihat dari penerbitan komik tentang Nabi Muhammad Saw di Eropa.
Pertanyaannya, kalau nilai-nilai yang didambakan umat Islam ini, berbeda dari nilai-nilai asing yang diterapkan padanya, mengapa umat ini terikat dengan nilai-nilai asing tersebut dan membiarkan para penguasanya menerapkan nilai-nilai asing itu juga? Jawabannya, para penguasa di negeri-negeri muslim tidak mendasarkan kekuasaan mereka pada hubungan yang dekat dengan rakyatnya, tetapi dengan kekejaman dan siksaan untuk mengontrol rakyatnya. Hal ini sudah sedemikian jelas dan sudah berjalan sekian lama tanpa perubahan.
Menjurangnya jarak antara Umat dengan Penguasanya
Kalau kita lihat sejarah dunia Muslim dan rezim yang menguasainya, kita bisa lihat tren yang menunjukkan naiknya ketegangan antara para penguasa dengan rakyatnya, dimana umat Islam memegang konsep dan sentimen yang berbeda dengan yang diambil dan diterapkan oleh para penguasa. Di Pakistan, Pervez Musharraf berusaha memperkenalkan budaya Barat dengan konsep ‘enlightened moderation’ (moderat yang tercerahkan), yang ternyata ditolak mentah-mentah. Kita juga lihat bagaimana Turki menolak kerjasama militer dengan AS yang di iming-imingi bantuan senilai 20 trilyun dolar menjelang pecahnya perang Teluk kedua, karena rakyat Turki melihat kerjasama tersebut akan digunakan untuk membunuh Muslim di Iraq. Kita juga lihat bagaimana usaha penguasa Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel selalu gagal.
Perbedaan jarak antara penguasa dan rakyatnya tidak terjadi satu abad yang lau, dimana Jamal Abdul Nasser (pemimpin Mesir di tahun 60an) didukung penuh oleh rakyatnya. Dia dianggap pahlawan Arab karena dia berani mengambil alih Kanal Suez dari Inggris dan melawan Israel. Rakyat muslim percaya bahwa Jamal Abdul Nasser mewakili mereka. Muslim juga menyanjung Yasser Arafat sebagai singa Islam, dan Arafat juga bisa memanipulasi ratusan ribu pemuda muslim untuk berjihad melawan penjajah Israel. Hingga akhir 1980an, rakyat muslim di negeri Teluk pun tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan penguasanya seperti Raja Fahd dan penguasa negeri Teluk lainnya, karena kesejahteraan minyak dan dukungan serta pengaruh ulama Saudi. Hal yang sama juga terlihat di belahan dunia muslim lainnya. Relasi antara para penguasa dan rakyatnya selalu lemah, dan rakyat menjadi apatis karena banyak sekali faktor. Kelemahan ini sempat tertutupi dengan nasionalisme Arabisme dan ide-ide asing seperti Ba’athisme dan Sosialisme. Di negeri-negeri Teluk, kesejahteraan ekonomi menutupi kesenjangan antara penguasa dan rakyat, yang mulai berakhir sejak jatuhnya Komunisme.
Dengan jatuhnya komunisme di tahun 1990, Islam menjadi fokus baru karena potensinya untuk menghadang kemajuan Kapitalisme. Bekas Sekjen NATO, Willie Claes menyatakan, “The Alliance has placed Islam as a target for its hostility in place of the Soviet Union.” (NATO menjadikan Islam sebagai target karena ia biang permusuhan di negeri-negeri bekas Uni Sovyet). Muslim bagaimanapun mampu membentengi diri mereka dari serangan budaya dan mempertahankan Din mereka. Pertentangan ini menyebabkan runtuhnya peradaban Barat di benak kaum muslimin.
Kini, kehancuran Peradaban Barat melahirkan perlawanan terhadap Islam. Amerika mulai menyadari bahwa penjajahan kultural sudah gagal dan sekarang membutuhkan pendudukan militer secara langsung. Paul Wolfowitz berkata dalam konferensi pers di Singapura, “It’s true that our war against terrorism is a war against evil people, but it is also ultimately a battle for ideals as well as a battle of minds.”[2] (Memang betul bahwa perang kami kobarkan melawan teror adalah perang melawan orang jahat, tetapi juga adalah perang gagasan dan perang pemikiran)
Karena umat muslim menolak pandangan Barat tentang kehidupan, umat secara alami tentu berharap untuk kembali ke penataan kehidupan secara Islam. Sementara itu para penguasa justru menolak dan menerapkan budaya dan agenda Barat, maka tidak heran kalau antara Penguasa dan Rakyat terjadi pertentangan sudut pandang yang sangat bertolak belakang.
Peristiwa yang terjadi 20 tahun terakhir mulai membuka kedok para penguasa dan menyatukan umat secara luarbiasa. Sebelum perang teluk, umat muslim tidak menyadari kebencian Amerika terhadap Islam. Para pemikir dan ulama di dunia muslim pun tidak menyadari pengkhianatan para penguasa dan tidak melihat Barat sebagai musuh. Namun sejak pecahnya perang Teluk yang pertama, sebagai alasan untuk melawan invasi Iraq terhadap Kuwait, kebencian Amerika dan pengkhianatan penguasa menjadi jelas terlihat. Rezim penguasa negeri Teluk kehilangan legitimasinya, ketika membiarkan tentara Amerika memasuki wilayah mereka dengan membangun pangkalan militer di Hijaz. Demikian pula ulama Saudi yang mendukung keberadaan tentara Amerika juga kehilangan legitimasi mereka. Muslim mulai melihat kesenjangan antara mereka dengan penguasa.
Sekarang kita bisa lihat bagaimana para penguasa muslim terperangkap secara politik: antara kepatuhan untuk melayani kepentingan Barat dan Amerika, dan ketakutan untuk dilucuti kekuasaannya oleh rakyatnya sendiri. Mereka tidak berani mengirim pasukan melawan Iraq karena sentimen rakyat; mereka menyetujui perang Teluk meski mendongkol; dan mereka selalu hidup dalam ketakutan terhadap perubahan. Muslim di seluruh dunia menolak usaha Amerika dan melihatnya sebagai permusuhan yang sudah selayaknya dilawan. Mereka juga melihat Penguasanya dengan kebencian dan tidak ingin diperintah lagi sebagaimana terlihat dengan Pervez Musharraf di Pakistan.
Awal dari kejatuhan para pengkhianat
Perilaku para penguasa pengkhianat mulai menunjukkan tanda-tanda untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Yasser Arafat memerintahkan penembakan terhadap rakyatnya sendiri ketika mereka mendukung Usama bin Laden melawan perang Amerika di Afganistan. Tentara Yordania menyeberang perbatasan dan membunuhi tentara Israel dalam fase Intifadah kedua. Hamid Karzai memaksa untuk menggunakan tentara Amerika sebagai satpam ketimbang menggunakan rakyatnya sendiri sehingga bisa lolos dari berbagai ancaman pembunuhan. Pervez Musharraf pun selalu memerintahkan untuk mengosongkan jalan sebelum dia melewatinya, karena khawatir akan dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Raja Abdullah dari Yordania memerintahkan kehancuran kota Ma’an karena penduduknya berani melawan pemerintah. Menteri Luar Negeri Mesir sempat dilempari sandal ketika ia memasuki masjid Al Aqsa di tahun 2005 seusai rapat dengan Israel. Dan jangan lupa, kita selalu melihat sandiwara OKI dan KTT Puncak Liga Arab, dimana para perwakilan negeri-negeri tersebut tampak ‘garang’ melawan Amerika agar rakyatnya menjadi gembira. Bahkan di tahun 2002 ada usaha kudeta yang dilakukan oleh perwira Pakistan dan Yaman, yang digagalkan oleh kedatangan tentara Amerika- suatu contoh yang tentu tidak suka didengar oleh para penguasa muslim.
Itu semua baru sedikit contoh yang menunjukkan mulai melemahnya kontrol kekuasaan yang dipegang para penguasa muslim. Maka para penguasa pun mulai menyadari bahwa mereka harus menerapkan apa yang rakyatnya dambakan, atau menghadapi perubahan. Ini pun juga disadari oleh Amerika dan Dunia.
Barat mempertahankan Ideologinya
Pengalaman sejarah Kapitalisme dalam mempertahankan eksistensi dan superioritasnya adalah dengan menetralisir pemikiran asing yang mengancamnya. Perang Dingin adalah contoh bagus. Pertahanan kapitalisme dilakukan dengan pembersihan politisi Amerika yang diduga merupakan simpatisan komunis yang dipimpin Senator McCarthy, propaganda anti komunis yang berlabel ‘red-scare’ (ancaman merah), dan persaingan penguasaan antariksa dan persenjataan. Inggris saat ini mempertahankan dirinya dengan memproduksi cerita bohong terhadap siapapun yang menentang ‘British Values’ (nilai-nilai Inggris) dengan melabelnya sebagai berbahaya, ekstrimis, radikal, fundamentalis, dan potensi teroris serta ancaman terhadap negara. Maka negara-negara Barat tidak segan untuk mentargetkan komunitas muslim rakyatnya dengan menyadap telpon, memonitor tingkah laku dan latar belakangnya, dan memenjarakan mereka meski hanya dengan dugaan bahkan ketika tidak terbukti melakukan kasus kriminalitas.
Perang Afganistan dan Iraq membuktikan kepada para pemikir bahwa Kapitalisme tidak mengakar di dunia Muslim, malahan cerita disambutnya serdadu AS oleh rakyat Iraq adalah cerita yang dibuat-buat oleh mesin propaganda AS sendiri. Maka bukan kebetulan apabila target utama ‘perang melawan teror’ adalah negeri-negeri dimana islam dipeluk oleh mayoritas penduduk dan menjadi dasar atas pemerintahan Islam masa depan, disamping itu juga merupakan wilayah yang kaya dengan sumber daya alam seperti gas dan minyak bumi.
Bukan juga suatu kebetulan, dimana dokumen Pentagon, Quadrennial Review terbitan tahun 2002 dan 2006, menjadikan muslim, negeri-negeri muslim, dan Islam dalam berbagai corak dan bentuknya adalah ancaman terhadap keamanan AS. Pejabat teras AS sendiri juga percaya bahwa ancaman ideologis terhadap supremasi Kapitalisme adalah ‘Islam yang terpolitisir’, dan AS serta sekutunya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan umat muslim dunia merealisasikan tujuan politiknya dengan membangun Khilafah.
Maka, pembuat kebijakan politik senior seperti George W Bush ‘memperingatkan’ konsekuensi dari pembentukan kembali Khilafah. Bush dalam pidato kenegaraan bulan Oktober 2005 berkata, “The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia.” (Kaum militan yakin bahwa dengan menguasai satu negara, ia mampu mengajak dan meraih dukungan seluruh umat muslim, menumbangkan rezim moderat, dan membentuk imperium radikal yang terbentang dari Spanyol hingga Indonesia).
Donald Rumsfeld, dalam invasi ke Iraq pun mengkonfirmasi, ”Iraq would serve as the base of a new Islamic Caliphate to extend throughout the Middle East and which would threaten the legitimate governments in Europe, Africa, and Asia. This is their plan. They have said so. We make a terrible mistake if we fail to listen and learn. It is for these reasons America has imposed a Viceroy of the Middle East because the Muslim rulers cannot be propped up by an outside force for much longer.” (Iraq akan menjadi pusat kekhilafahan Islam yang baru, yang akan menjadi ancaman terhadap pemerintahan yang sah di Eropa, Afrika dan Asia. Ini adalah rencana mereka. Mereka telah menyatakannya. Kita akan melakukan kesalahan fatal apabila kita gagal untuk gagal untuk belajar dan membuka kuping kita lebar-lebar. Inilah alasannya, Amerika telah menetapkan perwakilan tetap di Timur Tengah karena penguasa muslim sendiri tidak bisa didukung selamanya oleh kekuatan asing)
Umat Muslim kini siap untuk berubah, ia tolak pandangan Kapitalis, dan ingin hidup dibawah bendera Islam dalam lingkup negara dan masyarakat. Perasaannya telah menyatu dengan Islam dan terbukti ketika Barat menyerang Islam. Muslim di dunia tidak lagi melihat para penguasanya tidak lagi mewakili aspirasi mereka; bahkan jurang antara umat dan pemimpin semakin dalam. Kenyataan dan gejolak dunia yang terjadi sekarang, pada akhirnya akan mengarah pada perubahan kepemimpinan yang mewakili aspirasi umat itu sendiri. Fakta perubahan dan pengalaman sejarah mengatakan bahwa kita berdiri di ambang perubahan.
Apa yang memberikan motivasi kepada mereka yang akan menggerakkan terjadinya perubahan ini hingga rela bekerja secara ekstra keras, tidak lain adalah perasaan umat secara keseluruhan, dimana ia adalah sumber dukungan dan faktor penguat kepercayaan diri. Di dunia muslim, mereka adalah anggota jajaran angkatan bersenjatanya. Kita bisa lihat kudeta yang telah terjadi berkali-kali yang dipimpin oleh para perwira yang mendambakan perubahan. Pakistan, Qatar, Tunisia, Iraq, dan Afghanistan adalah contoh negeri-negeri yang para perwiranya dan tokoh-tokoh masyarakatnya yang berpengaruh telah mencoba untuk merubah kepemimpinan dalam waktu 12 tahun terakhir.
Berbagai cara dan usaha yang Barat tempuh untuk memecah belah Umat dan mereformasi Islam sehingga bisa menghentikan hembusan angin perubahan adalah bukti yang tidak terbantahkan di benak setiap muslim bahwa Kapitalisme sedang menguras seluruh daya dan upaya serta berjuang mati-matian mempertahankan dirinya. Di Barat, para politisi dan pemikir secara terbuka berani menghujat Islam; menyerang sisi politik dari Islam yang akan mengarah kepada sistem pemerintahan. Badan intelijen AS pun memperkirakan jangka waktu yang lama untuk menduduki dunia muslim dan menyiapkan mobilisasi kekuatan militer cepat tanggap (rapid mobile deployment forces). Tindakan dan rencana seperti ini menguatkan sinyalemen Nabi Muhammad saaw dalam hadith yang berbunyi:
“Ada kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada kekhalifahan berdasarkan tuntunan Nabi, maka dengan kehendak Allah, ia pun akan tetap ada, lalu Dia mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada penguasa yang zalim, maka dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada penguasa diktator, maka dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian akan ada khilafah berdasarkan tuntunan Nabi. Lalu, beliau pun diam.” /Musnad Imam Ahmad (Syabab.Com)
Muslim Inggris Melakukan Protes Yang Sangat Berani
Pada tanggal 10 Maret 2009 lalu, sekelompok Muslim Inggris melakukan protes yang sangat berani. Mereka menghadang parade 200 pasukan kafir Inggris, resimen Royal Anglian. Parade yang dilakukan di
Alhamdulillah, sekelompok Muslim yang berasal dari masyarakat setempat (
Tidak diragukan lagi, tindakan tentara Inggris di Irak sebenarnya sangatlah keji. Ironisnya hal ini disetujui oleh PBB. Masyarakat kafir di Inggris harus menyadari bahwa tindakan prajurit kafir Inggris harus dikutuk secara terang-terangan. Mereka bukanlah pahlawan tetapi pengacau. Mereka adalah ‘teroris’ yang sebenarnya sebagaimana tentara Nazi di Jerman, karena mereka membenarkan pembunuhan dan melakukan kejahatan di negeri-negeri kaum Muslimin.
Apa yang dilakukan oleh saudara Muslim kita di Inggris ini menunjukkan keberanian mereka dalam mengatakan dan menyampaikan al haq dan mencegah kemungkaran atau al batil, meski pun mereka berada di tengah-tengah kekufuran itu sendiri.
Wallahu’alam bis showab!
MUSLIM ABU-ABU MENGUSUNG SYARI’AT ISLAM
Peringatan keras untuk semua PARPOL yang mengusung Partainya dengan kendaraan Syari’at Islam…!
Akhir-akhir ini Ummat Islam sedang dilanda Fitnah besar, Aqidah Islamiyah diserang oleh kelompok Orentalis/ Munafiqin, Mereka berusaha keras untuk memadamkan cahaya Islam. maka bagi setiap Mu’min, Orang Alim, Ustad, Tokoh Agama Islam yang jujur dan takut kepada Alloh Ta’ala, wajib bergerak menjaga Kehormatan Agama Alloh Ta’ala dengan memegang erat syari’at Nabi Muhammad SAW, Sang Penutup para Nabi.
Maksud Firman Alloh Ta’ala:
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai” (Attaubah : 32).
“Islam bagaikan lebah, bila diusik ia menyengat bila tidak diganggu ia senantiasa memberikan Madu yang bermanfaat bagi seluru Ummat Manusia”.
Tidak ada paksaan dalam memeluk Agama Islam.
Tidak ada Paksaan dalam memeluk Agama Islam, siapa saja yang mendapat hidayah, pasti mereka mengenal kebenaran dan barangsiapa yang sudah mengenal kebenaran (Agama Alloh) lalu menolak dan lari dari padanya, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang Munafiq, Fasyiq dan kufur kepada Alloh Ta’ala yang berhak mendapat siksa dari padaNya.
Mari kita bersama mengkaji perjalanan Partai Politik yang menjadikan Syari’at Islam sebagai kendaraan-nya. Betapa hina dihadapan Alloh Ta’ala bila sebuah PARPOL yang berlandaskan Syari’at Islam akan tetapi tidak memperjuangkan kepentingan Islam, khususnya dalam hal-hal yang dianggap prinsip.
Tujuan para PARPOL Islam mengusung partainya dengan menggunakan kendaraan Syari’at, tentunya, PARPOL tersebut berkewajiban membela dan menyampaikan aspirasi Ummat Islam terutama dalam persoalan prinsip agama seperti menjaga dan membentengi Aqidah Islamiyah.
“Barang siapa tidak peduli terhadap urusan Ummat Islam, maka tidak termasuk golongan mereka (Ummat Islam)”. (Alhadist)
Yang lebih menyedihkan lagi, anggota DPR yang diusung dari Partai yang berlandaskan Syari’at Islam, 85% sama sekali tidak pernah menyuarakan kepentingan Ummat Islam. Misal, menyinggung semaraknya perjudian, tayangan-tayangan TV swasta yang merusak mental putra bangsa atau mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan KEPPRES pembubaran Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas telah menodai dan mengacak-acak Aqidah Ummat Islam. Partai Islam yang semacam ini, benar-benar telah durhaka kepada Alloh Ta’ala, mendustakan Agama Islam dan sekaligus menghianati Ummat Islam..! betapa tidak, mereka mengusung Partainya dengan menggunakan kendaraan Syari’at Islam, setelah duduk menjadi anggota DPR dari fraksi masing-masing partai tersebut, mereka terlena dan lupa daratan lalu menyimpan Syari’at kedalam kolong aula DPR. Inikah bentuk penipuan partai Islam terhadap Ummat Islam..? anggap saja sangkaan saya salah tapi jika benar, sungguh sangat besar dosa mereka yang telah mempermainkan dan menjual belikan Syari’at Islam demi sedikit harta duniawi yang tidak berarti.
Maksud Hadist Rosululloh SAW:
“Diantara tanda2 Qiamat, Akan datang suatu Fitnah bak gumpalan malam, pagi hari seorang dalam keadaan ber-Iman, sore harinya sudah menjadi Kafir, sore hari dalam keadaan ber-Iman, pagi harinya sudah menjadi Kafir, mereka menjual/ menukar Agamanya dengan sebagian harta duniawi/ uang yang sedikit” (Al-Hadist).
Orang-orang munafiq dalam sepak terjang mereka baik dengan jabatannya, apakah itu di DPR/MPR atau di pemerintahan sama sekali tidak memperjuangkan agama Alloh Ta’ala malah langsung atau tidak langsung mereka memusuhi Islam dalam bermacam macam kebijakan yang mereka ambil. Yang jelas orang-orang munafik itu kalau ngomong berbohong/ dusta, dan jika berjanji mereka ingkar janji dan jika dikasih amanat, mereka khianat atau mengkhianati yang memilihnya, artinya kejujuran tidak ada pada mereka, singkat kata lebih banyak menipunya.
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga yaitu jika ngomong / berbicara bohong, jika berjanji ingkar janji dan apabila diberi amanat mereka khianat" (Bukhari-Muslim).
Terkadang dalam benak pikiran saya terlintas, seakan akan kriteria hadist tersebut dikhususkan kepada para wakil rakyat dan pemimpin kita, seperti yang kita saksikan dan terbukti mereka kebanyakan tidak memperjuangkan aspirasi rakyat, yang ada hanya membodohi dan mengabaikan kepentingan Ummat.
Mari kita sejenak merenung kembali, mengapa Ummat Islam di Indonesia selalu dipimpin manusia yang fasiq...? Apakah Ummat Islam selalu salah memilih pemimpin akibat kecerobohannya..? Apakah para Ulama’ sudah terbelenggu dengan urusan duniawi yang berakibat tumpulnya kekuatan Islam..? Mengapa Presiden kita dengan arogan mempertahankan suatu Isme (Ahmadiyah) yang sudah sekian lama menggerogoti Aqidah Ummat Islam..? mengapa Presiden kita sudah tidak lagi menghormati Ulama’, Kiyai apalagi Ummat Islam..? Jawabanya ada pada diri kita sendiri.
Simak maksud Firman Alloh Ta’ala:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu itu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran dari pada keimanan, dan barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang Dholim" (Attaubah : 29).
Alhasil, Ulama’ dan Umaro’ bertanggung jawab dihadapan Alloh Ta’ala atas segala urusan Ummat Islam yang sedang di-Acak-Acak Aqidahnya. Katakan Benar jika itu benar..! Katakan Salah jika itu salah..! Berbuatlah untuk mendapat keridho’an Alloh.. Berbuatlah untuk bekal Akhiratmu.. Utamakan kepentingan Agama Alloh dari pada urusan Duniamu.
Wa Salam.
Salim Syarief MD
DOSA YANG LEBIH DAHSYAT DARI BERBUAT ZINA
Di zaman Nabi Musa as, terlihat seorang wanita berjalan tanpa tujuan. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa dia berada dalam duka cita yang mendalam. Kerudungnya menutup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah dialaminya.
Ia melangkah tertatih-tatih mendekati kediaman Nabi Musa as. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala dia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya. " jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina" Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... Cekik lehernya sampai......mati", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang dia menghardik perempuan tersebut. "Hengkang kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi..! "...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terhantuk-hantuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya sangat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tidak tahu mau melangkah ke mana lagi kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya?
Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa setelah kepergiannya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat.
"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti mereka seakan-akan menganggap remeh perintah Allah, bahkan seolah-olah menganggap Allah tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di hatinya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Allah pasti menerima kedatangannya.
Dalam hadits Nabi SAW disebutkan, Maksud Hadits: “Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi Dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah”.
Ibnu Abbas, berkata, Maksud Hadist: "Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: "Awalnya orang yang meninggalkan sholat itu, bukanlah dia termasuk golongan Islam. Allah tidak terima tauhid dan imannya dan tidak ada faedah shodakah, puasa dan syahadatnya". Alhadist.
Maksud Hadist: "Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata".
Maka dari itu, dalam peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.
Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: "Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: "Siapakah ini wahai Jibril"? Jibril menjawab: "Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu". (Riwayat Tabrani).
Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala: "..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: "Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?". Orang-orang yang bersalah itu menjawab: "kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat" Al-ayat.
Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.
Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.
Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.
Siksa Kubur Dan Neraka Sangat Dahsyat
Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia, di alam kubur dan di hari Qiamat yang terdiri dari tiga siksaan.
Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:
1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga meremukkan tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.
3.Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: "Aku disuruh oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’ hingga Subuh". Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Sholat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra” hingga hari Qiamat.
Didalam Neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali menggigit orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat semasa hidup mereka. Bisa ular itu juga menggelegak di di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.
Maksud Hadist: “orang yang meninggalkan sholat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja'ul Akra”, yang matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat”
Wahai Saudaraku Ummat Islam, mari kita merenung sejenak tentang ancaman azab bagi yang meninggalkan sholat Fardhu. Apa guna kita hidup di dunia sekalipun berlimpah harta jika kita termasuk golongan orang-orang yang (kafir) meninggalkan sholat..?, barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah menjadi kafir dengan nyata…! Orang yang meninggalkan sholat, ia wajib menerima azab Allah Ta’ala..! Orang yang meninggalkan sholat, tidak akan mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah menjadi kafir dan orang kafir tidak berhak mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW. Ancaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat bukan sekedar gertakan belaka. Sungguh ancaman Allah Ta’ala akan terbukti kelak di akhirat. “…sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji”.
Wa Salam.
By Salim Syarief MD.
BAHAYA FLU BABI DAN AKTIVITAS NAMRU
Negara ini memang aneh. Dalam maraknya penyebaran virus flu babi di dunia, pemeritnah
NAMRU (Naval Medical Research Unit) para penelitinya memperoleh kekebalan diplomatik. Bahkan seorang pengamat intelijen mengatakan bahwa agak aneh NAMRU pun meneliti alur laut
Tidak banyak yang mengetahui secara detail apa yang dikerjakan NAMRU di Indonesia. Selama ini mereka menutupi aktivitasnya dengan kedok penelitian penyakit menular. Ketertutupan itu semakin nyata ketika peneliti-peneliti bule itu dilengkapi dengan kekebalan diplomatik. Baju diplomatik ini menjadikan mereka sulit dijamah oleh aparat keamanan
NAMRU yang berlokasi di Jl.Percetakan Negara Jakarta Pusat, juga pernah mengambil sampel darah tentara yang sedang bertugas di Irian Jaya. Di samping itu, tidak ada yang tahu apa yang dibawa keluar dan masuk
Usut punya usut, NAMRU beroperasi tanpa ada MoU dengan
Penelitian NAMRU di Indonesia sebenarnya tak terlalu istimewa. Laboratoriumnya pun biasa saja. Nah yang justru istimewa adalah keberadaan peneliti mereka yang memperoleh kekebalan diplomatik. Mereka bisa mengambil apa saja milik kita dan menjelajah ke mana saja dengan baju diplomatiknya. Dan di dunia kesehatan, ternyata sampel-sampel penyakit (virus, bakteri, protozoa) dan sebagainya sungguh berbahaya bila jatuh ke tangan militer (baca: AS). Bahan-bahan itu bisa dikembangkan menjadi senjata biologi. Bukan tidak mungkin dari penyakit-penyakit ini dikembangkan senjata biologis dan penyebaran virus akut flu babi untuk menghancurkan negeri ini pada waktunya. Mereka tak perlu lagi melawan bangsa ini dengan senjata berat tapi cukup menyebarkan penyakit. Tentara mereka tinggal masuk saja dengan aman karena telah disuntik vaksin anti penyakit yang disebarkan.
Anehnya lagi, ketika banyak pihak (termasuk Dephan dan Deplu) meminta NAMRU ditutup, ada pihak di Istana Negara yang membabi buta mempertahankannya. Amerika sendiri ngotot tetap bercokol. Bahkan untuk itu Amerika mengirimkan Menkesnya untuk melobi SBY. Presiden tak berkutik dan minta NAMRU dipertahankan.
Semakin nyata kualitas pemimpin negeri ini. Sekadar bilang ’’tidak’’ saja tak punya nyali. Padahal bahaya besar tak bisa lagi ditutupi. Akankah kita membiarkan keadaan ini? Saatnya negeri ini berubah. Bukan saatnya lagi kita menghamba kepada sesama manusia. Saatnya kita hanya menghamba kepada Allah SWT. Di sanalah kemuliaan akan terwujud nyata.
Daftar Produk Dendeng Dan Abon Campur Babi
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menguji 35 merek dendeng atau abon sapi. Dari hasil sampling itu, ditemukan
Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib menyatakan, kelima dendeng sapi tersebut termasuk pangan olahan industri rumah tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan pemerintah daerah. ”Karena itu, penarikan dan pemusnahannya dilakukan pemda,” ujarnya di
Selain itu, BPOM seluruh
Dia menyebutkan, kelima produk itu ditemukan di beberapa
Menurut dia, daging yang dioplos dalam produk dendeng itu adalah daging babi hutan (celeng). ”Sebab, kalau dendeng babi, seratnya terlihat. Tapi, kalau celeng, sulit membedakan,” terangnya.
Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM Tien Gartini Budhianto menambahkan, menurut UU Pangan No 7/1996, produsen yang melanggar terancam sanksi pidana
Di tempat terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maaruf Amin mereaksi keras penemuan produk dendeng yang mengandung daging babi tersebut. Menurut dia, BPOM bersama pemda harus menindaklanjuti persoalan itu hingga tuntas. ”Masyarakat, terutama umat muslim, sangat dirugikan. Ini namanya pembohongan publik,” tegasnya.
Dia meminta agar BPOM lebih meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan. ”Produsen harus diberi sanksi tegas supaya memberi efek jera,” ujarnya. Selain itu, Maaruf meminta agar BPOM rutin memeriksa produk yang sama.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir meminta BPOM harus semakin mengintensifkan pengujian terhadap produk serupa. ”Sebab, bukan tidak mungkin masih ada produk lain di luar yang dicampuri bahan yang sama,” ungkapnya. (kit/oki)
Seperti dikutip Kompas, kelima mereka dendeng / abon babi tersebut adalah sbb:
1. Dendeng/abon cap Kepala Sapi
2. Dendeng/abon cap LIMAS, produksi Langgeng Salatiga
3. Dendeng/abon cap A.C.C
4. Dendeng Sapi Istimewa Beef Jerky Lezaaat
5. Dendeng Sapi Istimewa cap 999
Sumber: Jawa Pos 17 April 2009.
NILAI FANTASTIS GAJI SEORANG CALEG
Berebut jadi CALEG. Sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR?
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi :
- Gaji pokok : Rp 15.510.000
- Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
- Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
- Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
- Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
- Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
- Total : Rp 46.100.000/bulan
- Total Pertahun : Rp 554.000.000
Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
- Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
- Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp,118.000.000.
Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
- Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
- Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.
PEMILU CURANG SBY TENANG, GOLPUT MENANG
Pernyataan Ketum FPI tersebut tidak tendensius dan bukan tanpa alasan. Kasus Kerancuan DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Jawa Timur yang sempat mencuat dan menggemparkan secara nasional beberapa waktu lalu, seharusnya menjadi WARNING bagi pemerintah untuk segera melakukan "Pembenahan" DPT sebelum Pileg (Pemilihan Legislatif) tgl. 9 April 2009. Namun, alih-alih dijadikan warning, justru Kapolda Jatim yang memproses kecurangan dalam kerancuhan DPT tersebut akhirnya dicopot dan diganti.
Karenanya, patut diduga bahwa kerancuhan DPT memang "direkayasa". Dimana-mana banyak warga masyarakat yang berhak memilih tapi namanya tidak terdaftar dalam DPT, padahal pada Pileg dan Pilpres 2004 mereka masih ikut memilih. Anehnya, di basis-basis massa Partai Demokrat hampir tidak terjadi kerancuhan DPT, tapi di basis-basis massa partai lain hampir semuanya mengalami kerancuhan DPT. Di Tanah Abang - Jakarta Pusat misalnya, yang merupakan basis PPP, tidak kurang dari 3000 kader dan simpatisan PPP yang tidak masuk dalam DPT.
Itulah, cara licik untuk mendulang suara sendiri sambil menggembosi suara pihak lain. Ini adalah Pengkhianatan Konstitusi terhadap Hak Warga Negara untuk memilih. Pengkhianatan tersebut bersifat masif, meluas, sistemik, dan penuh manipulasi penghitungan suara.
Menghadapi gugatan banyak pihak, KPU enteng saja menjawab : "Tidak sengaja", karena dalam UU Pemilu yang disebut sebagai "pidana pelanggaran" adalah yang dilakukan dengan "sengaja". Padahal, andaikata pun KPU tidak sengaja, namun jelas merupakan KELALAIAN dalam melaksanakan tugas, dan itu harus dipidanakan, apalagi melanggar HAM dan KONSTITUSI, serta berpotensi menimbulkan CHAOS NASIONAL.
Lucunya, Ketua KPU Abdul Hafizh Anshary bersama rombongannya di hari pencontrengan berada di TPS SBY - Cikeas, katanya sih kerja rutin pengawasan. Terserah apa alasannya, yang jelas hal tersebut telah mencoreng "netralitas" KPU dalam Pemilu.
Sebagai catatan, gejala kecurangan SBY sudah ditengarai sejak sebelum Pemilu digelar, seperti pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk jutaan rakyat miskin yang semestinya dibagikan oleh pemerintah sejak bulan Januari 2009, justru baru dibagi saat kampanye menjelang Pemilu. Orang bodoh pun tahu bahwa itu strategi licik mengibuli rakyat miskin untuk mendulang suara mereka.
Ironisnya, beberapa hari sebelum Pileg, seorang kader Partai Gerindra, Naziri, caleg Dapil V No 1 dari Ponorogo untuk DPRD Jatim, yang juga wakil ketua DPC Gerindra Kabupaten Ponorogo - Jawa Timur, melaporkan ke Panwaslu setempat bahwa Edhie Bhaskoro Yudhoyono alias Ibas, caleg DPR RI dari Dapil VII - Jatim, telah membagi-bagikan uang kepada masyarakat untuk pemenangan dirinya dan Partai Demokrat. Hasilnya, si kader Gerindra ditangkap Polisi dengan tuduhan mencemarkan nama baik Edhie Bhaskoro putra SBY sang Presiden. Tragisnya, Naziri dibawa ke Mapolda Jatim dan diperiksa langsung kasusnya oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri, bahkan Wakabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Hadiatmoko, turun tangan langsung ke Mapolda Jatim.
Sadis betul, Naziri yang semula sebagai pelapor kini berubah menjadi tersangka. Aneh betul, Panwaslu belum merespon laporan Naziri, justru Polri yang sudah mencak-mencak menangkap Naziri. Menjijikkan, perkara abal-abal dibesar-besarkan hingga ke Mabes Polri. Sudah separah itukah sehingga Polri menjadi "alat politik" penguasa yang bisa diatur sesuka rezim yang berkuasa. Sungguh sangat rendah dan amat memalukan.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa berbagai Parpol dan Caleg melakukan "money politic", tidak terkecuali Partai Demokrat dan para calegnya. Aneka cara dalam membeli suara dilakukan. Canggihnya, seorang pemilih akan dapat uang dalam kisaran 100 s/d 200 ribu rupiah dari Parpol / Caleg yang bersangkutan jika memperlihatkan foto contrengannya dalam bilik suara via HP nya sebagai bukti pilihannya.
Sesak dada kita menonton intrik kelicikan Pemilu yang dilakukan penguasa. Namun ada berita gembira yang sangat menghibur, yaitu ternyata Golput menang mutlak. Golput telah menggunakan haknya dengan sadar dan cerdas untuk "tidak memilih". Jumlahnya cukup fantastis yaitu mencapai 40 % (empatpuluh persen) secara nasional. Sedang dalam perhitungan sementara KPU yang masih berlangsung, Parpol tertinggi suaranya baru mencapai 20 % (duapuluh persen).
Sehubungan dengan hal di atas, Ketua Umum FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab, mengomentari : "Siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa menabur kecurangan, dia akan menuai kemalangan. Alhamdulillah, Golput menang mutlak tanpa curang, sedang mereka yang curang hanya akan jadi pecundang. Bagi kami siapa pun yang menang, dan siapa pun presiden yang akan datang, Perjuangan Islam tetap akan berjalan dengan semangat berkorban harta benda dan jiwa raga demi meraih Ridho Allah Yang Maha Kuasa. Allahu Akbar !"
HABIB RIZIEQ: SBY IBARAT RACUN !
Menyikapi pernyataan sinis Menteri Agama RI, Maftuh Basyuni, tentang Aksi FPI untuk Bubarkan Ahmadiyah tanggal 1 April 2009, maka Ketua Umum FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab mencurigai Maftuh Basyuni sebagai seorang Ahmadiyah, karena hingga saat ini Maftuh tidak pernah membuat MEKANISME apa pun untuk pemisahan Ahmadiyah dari Kaum Muslimin, sehingga Ahmadiyah dengan leluasa menikahi wanita muslimah dan masuk Haramain untuk Haji & Umrah, serta dimakamkan di pemakaman umat Islam. Soal SKB pun Maftuh tidak pernah melakukan PENGAWASAN terhadap pelaksanaannya, apalagi mengambil tindakan terhadap pelanggarannya. Karenanya, menghadapi Pemilu 1 April 2009, Habib Rizieq menyerukan umat Islam untuk TIDAK MEMILIH CALEG / PARPOL yang PRO AHMADIYAH, termasuk PARPOL YANG DUKUNG SBY, karena SBY sudah terang dan nyata sebagai PELINDUNG AHMADIYAH, walau pun itu Partai Islam.
Selanjutnya Habib Rizieq menambahkan, bahwa Partai Islam yang mendukung SBY lebih tepat disebut Partai Jualan Islam, karena sangat pragmatis dan hanya mementingkan kekuasaan semata. Jika dalam soal Aqidah saja partai tersebut lemah membela, lalu bagaimana dalam soal lain ?! Dalam pandangan Habib Rizieq partai yang jualan Islam jauh lebih berbahaya dari partai kafir sekali pun. Karenanya, harus dijauhi dan wajib diberi pelajaran agar kembali ke jalan Allah SWT, atau dibubarkan sama sekali.
Habib Rizieq menyatakan : "SBY ibarat RACUN, walau DARURAT tetap tidak boleh dipilih. Karenanya, Partai (JUALAN) Islam yang dukung SBY adalah PENGKHIANAT yang MERACUNI umat".
SBY diibaratkan sebagi racun oleh Habib Rizieq bukan tanpa alasan, dan bukan hanya terkait soal Ahmadiyah, tapi banyak hal dalam masa kepemimpinannya yang sangat merugikan Islam, antara lain :
- Ahmadiyah Dipelihara - Habib Dipenjara.
- Kyai Polygami Dipersoalkan - Pejabat Berzina Dibiarkan.
- Nikah Sirri Diharamkan - Tempat Pelacuran Dikembangkan.
- Anak Wanita Balighah 12 tahun Dicerai Paksa - Anak Wanita 10 tahun jadi pelacur menutup mata.
- Khitan Anak Wanita Dilarang - Klinik Perdukunan Digadang dan Disayang.
- Buku Agama Dicurigai - Majalah Playboy Direstui.
- Hukum Waris Digugat - Kaum Sepilis Dirawat.
- Ngakunya Jenderal Santri - Terhadap Syariat Sangat Anti.
- Ngakunya kepada Nabi dan Ulama Cinta dan Sayang - Nyatanya Hadits Dibuang Fatwa Ditendang.
- Tawuran Insiden Monas Sangat Berang - Tragedi Demo Sadis Pembunuhan Ketua DPRD Sumut Bisa Tenang.
- Saat Rakyat Lapar BLT Ditahan - Giliran Kampanye BLT Dibagikan.
- Bendungan Situ Gintung Retak Tak Kunjung Datang - Saat Jebol banyak nyawa melayang Baru Datang.
- Ngakunya Cinta Bangsa dan Negara - Ekonominya Neo Liberal yg suka jual Aset Negara.
Wah, kalau mau dirinci satu Website pun tidak cukup. Pantas, jika Habib Rizieq pernah bertanya : "Apa yang kau cari SBY ?!"
Namun demikian, Habib Rizieq tetap berharap agar SBY dan Partai (Jualan) Islam segera taubat kembali kepada jalan Allah SWT. Dan pesan beliau untuk segenap umat Islam dari balik jeruji besi : "Jangan pernah bosan dan lelah, berjuang Bubarkan Ahmadiyah !". Sumber: www.fpi.or.id
MANA SUARA LIBERAL...? MANA SUARA SBY..?
Meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Abdul Aziz Angkat membuat Front Pembela Islam (FPI) ikut berkomentar. Peristiwa kekerasan yang terjadi seusai Sidang Paripurna DPRD Sumut membuat FPI bertanya-tanya.
Sekretaris DPD FPI DKI
"Kami mengecam tindakan itu, dan seharusnya pemerintah segera menangkap pelaku beserta pemimpin aksi," ujar Ust. Awit kepada www.hidayatullah.com saat dimintai pendapat terhadap kasus ini.
Sikap FPI ini didasarkan pada berbagai tindakan dan "tekanan" dan diskriminasi berbagai kalangan; termasuk pers, polisi dan pihak asing jika yang melakukan aksi-aksi adalah FPI. "Pemerintah dan polisi harusnya berlaku adil dalam menegakkan hukum," ujarnya.
"Coba Anda bayangkan, jika yang melakukan itu FPI, dunia bisa geger. Semua TV bisa melakukan ekspos khusus, bahkan presiden dan polisi bisa langsung membubarkan ormas-ormas Islam, " ujarnya. "Ingat, ketika itu, presiden bertindak cepat dengan mengatakan, Negara tak boleh kalah dengan kekerasan, " tambah Ust. Awit.
Menurut Ust. Awit, hanya satu anak liberal patah hidung sedikit, FPI, bisa dianggap anti-Pancasila dan meresahkan NKRI. Tapi ini menewaskan Ketua DPRD tak ada pemimpinnya yang ditangkap dan penggerebakan massal yang melibatkan ribuan polisi.
Sebagaimana diketahui, Minggu 1 Juni 2008 tahun lalu, bentrokan antara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam aksi kekerasan dan pelaku kekerasan serta langsung mengadapat rapat koordinasi mendadak. Ia mengatakan, tidak boleh ada kekerasan di negara yang berlandaskan hukum. Karena itu, Presiden minta hukum ditegakkan dengan memberi sanksi secara tepat.
"Negara tidak boleh kalah dengan perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat
Kutipan itu diulang juru bicara kepresidenan, Andi Malarangeng. "Negara tidak boleh kalah terhadap kekerasan dari manapun. Ini negara hukum, bukan kekerasan," kutip Andi sebagaimana disampaikan kepada para wartawan di depan gedung Bina Graha Sekretariat Negara Jalan Veteran, Selasa (3/6/2008).
Esoknya, hari Rabu, sekitar 2000 aparat polisi dengan senjata lengkap mengepung markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain melakukan penggeledahan, polisi membawa sedikitnya 39 anggota FPI yang diduga melakukan tindak kekerasan di Monas dan menahan Habib Rizieq Shihab.
Yang juga dipertanyakan Ust. Awit, hingga saat ini tak ada suara pakar terutama aktivis liberal berteriak-teriak sama mengatakan bahaya kekerasan dalam demo di DPRD Sumut. "Kemana suaramu wahai kaum liberal yang selama ini sangat berteriak-teriak dan anti kekerasan?" tambahnya. [cha/www.hidayatull ah.com]
INILAH.COM,
"Insiden Monas tidak ada apa-apanya. Tapi kenapa SBY diam saja?
Dia mengingatkan insiden Monas pada 24 Juni 2008 bahkan tidak menyebabkan jatuhnya korban luka parah, apalagi korban jiwa. Namun saat itu SBY langsung membahasnya dalam sebuah rapat kenegaraan.
"Dalam insiden Monas yang hanya tawuran kecil antarkelompok saja, SBY sampai repot-repot rapat dengan Menko Polhukam dan bilang negara tidak boleh kalah dengan kekerasan," paparnya.
FPI, sambungnya, sangat mengutuk segala tindakan yang butal dan membabi buta oleh para pengunjuk rasa hingga menyebabkan kematian.
"Aparat harus segera menangkap, mengadili, dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Baik secara hukum negara maupun hukum adat Batak yang mengharuskan nyawa dibayar dengan nyawa," pungkasnya. [mut/nuz]
KEKUATAN ASING DI BELAKANG AHMADIYAH..?
Sejak awal mula sejarah berdiri Ahmadiyah, keterlibatan pihak asing sudah sangat kentara. Penjajah Inggris memang telah memberikan dukungan sepenuhnya kepada gerakan ini di
Padahal seluruh ulama di dunia telah bersepakat untuk menyebut bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam, karena prinsip dasarnya bertentangan dengan akidah Islam. Yang utama karena menjadikan Mirza sebagai nabi dan menerima wahyu.
Namun Ahmadiyah sangat bermanfaat buat penjajah Inggris saat itu, sebab Ahmadiyah akan membuat jihad dan perlawanan umat Islam terhadap Inggris akan mengendor. Dengan keberadaan Ahmadiyah, penjajah tidak perlu lagi capek-capek menghadapi rakyat, biar saja rakyat dilawan oleh rakyat juga.
Inggris cukup mengadu domba sesama bangsa
Di dalam buku Tabligh-i-risalat, VII hlm 17, Mirza menulis:
"Aku yakin bahwa setelah pengikut-pengikutku bertambah, maka mereka yang percaya pada doktrin jihad akan makin berkurang. Oleh karena menerima aku sebagai Messiah dan Mahdi maka sekaligus berarti taat pada perintahku, yaitu dilarang berjihad terhadap Inggris. Bahkan wajib atas mereka berterima-kasih dan berbakti pada kerajaan itu."
Jadi sejak awal Ahmadiyah memang alat yang digunakan oleh penjajah Inggris untuk meredam jihad dan perlawanan umat Islam
Sebab buat apa lagi pemerintah merasa takut untuk melarang gerakan Ahmadiyah, kalau bukan karena takut tekanan pihak asing. Pemerintah SBY sekarang ini sudah didukung oleh semua ulama, bahkan Badan Pengawasan Aliran Kepercayaan pun sudah menetapkan bahwa Ahmadiyah itu sesat. Bola sekarang berada di tangan pemerintah.
Logikanya, apa sih susahnya mengeluarkan pengumuman sesatnya Ahmadiyah? Kenapa sebegitu loyo pemerintah untuk melindungi akidah bangsa ini dari paham sesat Ahmadiyah? Jangan-jangan ada apa-apanya.
Maka kalau kita kaitkan dengan keterlibatan penjajah Inggris saat mendirikan Ahmadiyah di India dahulu, rasanya tidak aneh kalau keberadaan Ahmadiyah ini memang didukung oleh kekuatan asing, yang membuat pemerintah kita kelihataan jadi aras-arasan, takut melarang, atau berlagak pilon, atau entah kenapa, yang jelas sikap pemerintah yang plin-plan itu sangat menunjukkan bahwa ada tekanan international dari luar. Entah siapa mereka.
Empat Negara Asing Menekan
Dan logika yang kami sebutkan di atas ternyata terbukti. Statemen dari pak Nasarudiin Umar yang menjawab sebagai Dirjen Bimas Islam Departemen Agama secara tegas telah membenarkan teori itu.
"Memang ada empat negara yang mengimbau agar Ahmadiyah tak dibubarkan. Yaitu dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan satu lagi saya lupa. Suratnya ditujukan ke Menteri Agama dan ada tembusannya ke saya." begitu ujar beliau beberapa waktu yang lalu.
Apa yang diungkapkan oleh pak Nasarudin ini sebuah pernyataan jelas dan tanpa malu-malu. Dan semua ini menjelaskan dengan mudah, mengapa sampai hari ini pemerintah masih 'sakit gigi' untuk melarang Ahmadiyah secara terbuka.
Meski pak Nanasrudin mengatakan bahwa pemerintah tidak terpengaruh dengan tekanan itu, namun yang namanya ancaman tetap saja ada dampak psikologisnya. Semakin lama pemerintah bersikap plin-plan, maka semakin membutikan bahwa tekan asing itu memang ada dan berjalan dengan sangat efektif.
Penjelasan Nasarudin kemudian dikuatka oleh ketua MPR-RI, Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam salah satu kesempatan beliau mengatakan bahwa manuver beragam yang dilakukan oleh pihak tertentu yang menggangap pembubaran Ahmadiyah sebagai pelangaran HAM dalam beragama perlu dicurigai, karena dikhawatikan itu salah satu cara-cara yang dilakukan pihak asing untuk merusak kedaulatan
"Yang kita khawatirkan itu cara pihak asing untuk melakukan intervensi terhadap kedaulatan
Pemerintah Wajib Melindungi Umat Islam
Padahal seharusnya pemerintah memikirkan nasib 200 juta umat Islam di negeri ini yang agamanya dirusak, diobok-obok, dihina dan dilecehkan oleh kekuatan asing yang anti Islam itu.
Atau jangan-jangan, memang ditunda-tundanya pelarangan itu disengaja untuk memancing terjadinya tindak anarkhi berikutnya. Tujuannya agar stigma bahwa di


